Senin, 28 Maret 2011

“Tetapi aku kehilangan Julaibib.” Rasululloh Shallallahu‘alaih wasallam



Bismillah,,,

Bacalah Saudaraku dengan menghadirkan jasad, Ruh dan hatimu ,,kisah ini telah telah tertera didalam buku dan catatan, saat kembali membacanya dalam hening ada cita rasa berbeda yang Allah hadirkan, temukanlah saudaraku,,bagaimana rasa yang berbeda itu juga hadir melembutkan hatimu,,,(Hanif)

Julaibib lelaki langit,,

Julaibib, begitulah ia dikenal. Kata ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri fisiknya, kerdil. Nama ini, tentu bukan ia sendiri yang menghendaki, atau mungkin tidak pula kedua orangtuanya karena ia pun tidak tahu siapa ayah dan bundanya. Demikian pula, orang-orang disekitarnya, semuanya tidak tahu atau tak mau tau tentangnya. Tak dikenal jua, dari suku manakah ia. Celakanya lagi, bagi masyarakat Yatsrib, tak bernasab dan tak bersuku adalah cacat sosial yang tak terampunkan.

Tampilan fisik dan kesehariannya juga menggenapkan sulitnya manusia berdekat-dekat dengannya. Wajahnya yang jelek terkesan sangar. Pendek. Bungkuk. Hitam. Fakir. Kainnya usang. Pakaiannya lusuh. Kakinya pecah-pecah tak beralas. Tak ada rumah untuk berteduh. Tidur sembarangan berbantalkan tangan dan berkasurkan pasir serta kerikil. Tak ada perabotan. Minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapan. Abu Barzah, seorang pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, “Jangan pernah biarkan Julaibib masuk di antara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan kepadanya!”Demikianlah Julaibib.

Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmat-Nya, tak satu pun makhluk bisa menghalangi. Julaibib menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaff terdepan dalam shalat dan jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah ia tiada, tidak begitu dengan Rasul mulia, sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Nabi, “Julaibib”begitu lembut beliau memanggil, “Tidakkah engkau menikah?”

Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum, “Siapakah orangnya ya Rasulallah, yang menikahkan putrinya dengan diriku ini?” karena ia menyadari dirinya; miskin papa dan tidak berkeluarga, berfisik cacat pula. Seolah, tiada seorang pun yang memperhatikannya, ada dan tiadanya adalah sama. Namun, ia tidak menyesali diri dan menyalahkan takdir ilahi, pada muka maupun kata-katanya. Rasululloh juga tersenyum. Mungkin memang tidak ada orang tua yang berkenan pada Julaibib. Tapi pada hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, beliau menanyakan hal yang sama, “Julaibib, tidakkah engkau menikah?” Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama pula. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.Dan di hari ketiga itulah, Nabi menggamit lengan Julaibib dan membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar sebagaimana tersebut dalam riwayat Abu Barzah al Aslami. “Aku ingin” kata Rasululloh kepada si empunya rumah, “melamar puteri kalian.”
“Betapa indahnya dan betapa barokahnya.” Begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa sang Nabi lah calon menantunya. “Ya Rasulallah, sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram dari rumah kami.”
“Tapi aku melamar bukan untukku sendiri.”kata Rasululloh, “Kupinang putri kalian untuk Julaibib?”
“Apa? Julaibib?”, nyaris ayah sang gadis terpekik. Berkelebat bayangan Julaibib dengan detailnya, dan ia terkaget.
“Ya. Untuk Julaibib.”
“Ya Rasulallah.” Terdengar helaan nafas berat, “Saya harus meminta pertimbangan istri saya tentang hal ini.”
“Dengan Julaibib?” seru istrinya dari dalam rumah, “Bagaimana bisa? Julaibib yang berwajah lecak, tak bernasab, tak berkabilah, tak berpangkat dan tak berharta?” Tak puas, ia melanjutkan kata-kata yang menjadi bukti betapa ia berat hati melepas putrinya untuk dinikahkan dengan Julaibib, “Demi Allah tidak. Tidak akan pernah puteri kita menikah dengan Julaibib.”
Perdebatan itu tidak berlangsung lama karena sang puteri dari balik tirai berkata anggun, “Siapakah yang meminta wahai ayah dan ibu?”

Keduanya pun menjelaskan.

“Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasululloh? Demi Allah, kirim aku kepadanya. Dan demi Allah, karena Rasululloh lah yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku.” Sang gadis shalihah itu lalu membaca firman Allah,

“Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh ia telah tersesat dalam kesesatan yang nyata.” (al Ahzab : 36).


Beliau pun menikahkannya dengan Julaibib.

Ishaq bin Abdillah bin Abi Thalhah berkata kepada Tsabit, “Tahukah kamu, apa doa Rasululloh untuk wanita itu?”
Ia berkata, “Apa gerangan doa Nabi untuknya?”
Beliau mengucapkan doa, “Ya Allah, limpahkan kebaikan atasnya, dalam kelimpahan yang penuh barokah. Jangalah kau biarkan hidupnya payah dan bermasalah.”

Benarlah doa Nabi Muhammad. Namun, kebersamaan keduanya ditakdirkan tidak terlalu lama. Meski di dunia sang istri shalihah dan bertakwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib lebih dihajatkan langit meski tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni jannah daripada dunia yang bersikap tidak terlalu bersahabat kepadanya.

Saat ia syahid, Nabi begitu kehilangan. Kehilangan. Sangat kehilangan. Tapi ia akan mengajarkan hikmah kepada para sahabatnya. Maka ia bertanya-tanya di akhir pertempuran, “Apakah kalian kehilangan seseorang?”
Para shahabat menjawab, “Fulan, fulan dan fulan.”
Beliau bertanya lagi, “Apakah kalian kehilangan seseorang?”
Shahabat kembali menjawab, “Ya. Fulan, fulan dan fulan.”
Lagi-lagi beliau bertanya, “Apakah kalian kehilangan seseorang?”
Dan selalunya sahabat menjawab, “Ya. Fulan, fulan dan fulan.”
Kemudian Nabi Muhammad bersabda dengan menghela nafasnya, “Tetapi aku kehilangan Julaibib. Carilah dia!” Akhirnya, mereka berhasil menemukannya, Julaibib yang mulia.
Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di seputaran menjelejah tujuh jasad musuh yang telah ia bunuh terlebih dahulu. Beliau bersabda, “Ia telah membunuh tujuh orang sebelum akhirnya mereka membunuhnya.” Nabi Muhammad, dengan tangannya sendiri mengafaninya. Beliau menshalatkannya secara pribadi. Dan kalimat beliau untuk Julaibib yang akan membuat iri semua makhluk hingga hari berbangkit adalah, “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya.”

Alangkah indahnya. Tidak dikenal manusia tapi dikenal Rabbnya manusia.

Reference : Jalan cinta para pejuang oleh Salim A. Fillah dan Bertaqwa tapi tak dikenal oleh Sa’id Abdul ‘Azhim

http://www.oaseimani.com/julaibib-lelaki-langit.html

----------------- --------------------------- ------------------------
Bukan kisah julaibib yang ditunggu bidadari syurga juga bukan kisah julaibib yang telah dihajatkan langit saat tercibir didunia saja yang membuat kita iri, tapi,,,kasih sayang Qudwah kita kepada ummatnya,,cintanya pada seorang hamba yang sangat mencintai Allah, Meski hampir semua orang memperlakukan julaibib seolah ia tiada, tapi sekali lagi Rasululloh merangkulnya dengan penuh cinta,,beliau mengajarkan dengan penuh hikmah bagaimana menghadirkan kasih sayang pada para saudara dan sahabat yang selalu berada bersama kita,bahkan sampai dengan ia telah tiada,

Betapa Bahagianya julaibib karena Rasululloh dengan tangannya sendiri mengafaninya. Beliau menshalatkannya secara pribadi, dan didoakan “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya.”,,,,

Bukan seseorang yang ingin terkenal, tapi cinta Rasululloh telah mengantarkan jalan hidayah untuk seorang mahluk yang dianggap tak ada bahkan tak berharga karena tak bertahta, tak bernasab,dan bahkan tak berharta, tapi Allah muliakan dengan mendapatkan special kasih sayang dari seorang Negarawan yang paling dicintai Umatnya,,Bahkan dikenal Rabbnya manusia walau tidak dikenal manusia,(Hanif)

Kejujuran Iblis di hadapan Rasulullah



Notes yang kembali menjadi bait muhasabah,,,
Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah Allah masih mengaruniakan kesempatan utk melakukan nikmatnya taqorub kepadaNya, Ba’da solat zuhur di sela-sela waktu istirahat saya mencoba untuk mencari tuliasan-tulisan inspiratif yang ada di beberapa blog favorit dan catatan yang ada di facebook. Alhamdulillah atas izin Allah dalam waktu singkat saya mendapatkannya. Berikut ini saya coba untuk membagikan sebuah catatan tentang kejujuran iblis ketika diperintahkan Allah swt. untuk menghadap Rasulullah saw. yang saya peroleh dari catatan seorang teman. Semoga Allah memberikan kebaikan kepadanya.

Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: \”Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. \” Rasulullah bersabda: \”Tahukah kalian siapa yang memanggil?\”

Kami menjawab: \”Allah dan rasulNya yang lebih tahu\”. Beliau melanjutkan, \”itu iblis, laknat Allah bersamanya\”. Umar bin Khattab berkata: \”izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah\”.

Nabi menahannya: \” Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.\”

Ibnu Abbas RA berkata : pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: \”Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin\”,

Rasulullah SAW lalu menjawab: \”Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?\”

Iblis menjawab: \”Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa\”.

\”Siapa yang memaksamu? \”

\”Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin\”.

\”Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh\”.

Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: \”Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?\” Iblis segera menjawab: \”Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.\”

\”Siapa selanjutnya?\” tanya Rasulullah.

\”Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.\”

\”Lalu siapa lagi?\”

\”Orang Alim dan wara\’ (Loyal)\”

\”Lalu siapa lagi?\”

\”Orang yang selalu bersuci.\”

\”Siapa lagi?\”

\”Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.\”

\”Apa tanda kesabarannya? \”

\” Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar\”.

\”Selanjutnya apa?\”

\”Orang kaya yang bersyukur\”

\”Apa tanda kesyukurannya ?\”

\”Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya .\”

\”Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?\”

\”Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.\”

\”Umar bin Khattab?\”

\”Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. \”

\”Usman bin Affan?\”

\”Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya .\”

\”Ali bin Abi Thalib?\”

\” Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.\” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

\”Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?\”

\”Aku merasa panas dingin dan gemetar. \”

\”Kenapa?\”

\”Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.\”

\”Jika seorang umatku berpuasa?\”

\”Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka .\”

\”Jika ia berhaji?\”

\”Aku seperti orang gila. \”

\”Jika ia membaca al-Quran?\”

\”Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.\”

\”Jika ia bersedekah?\”

\”Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.\”

\”Mengapa bisa begitu? \”

\”Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.\”

\”Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?\”

\”Suara kuda perang di jalan Allah.\”

\”Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?\”

\”Taubat orang yang bertaubat.\”

\”Apa yang dapat membakar hatimu?\”

\”Istighfar di waktu siang dan malam.\”

\”Apa yang dapat mencoreng wajahmu?\”

\”Sedekah yang diam – diam. \”

\”Apa yang dapat menusuk matamu?\”

\”Shalat fajar.\”

\”Apa yang dapat memukul kepalamu? \”

\”Shalat berjamaah .\”

\”Apa yang paling mengganggumu? \”

\”Majelis para ulama.\”

\”Bagaimana cara makanmu?\”

\”Dengan tangan kiri dan jariku.\”

\”Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?\”

\”Di bawah kuku manusia.\”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : \”Siapa temanmu wahai Iblis?\”

\”Pemakan riba.\”

\”Siapa sahabatmu?\”

\”Pezina.\”

\”Siapa teman tidurmu?\”

\”Pemabuk.\”

\”Siapa tamumu? \”

\”Pencuri.\”

\”Siapa utusanmu?\”

\”Tukang sihir.\”

\”Apa yang membuatmu gembira?\”

\”Bersumpah dengan cerai.\”

\”Siapa kekasihmu? \”

\”Orang yang meninggalkan shalat jumaat.\”

\”Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? \”

\”Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.\”

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : \”Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. \”

Iblis segera menimpali: \” tidak, tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.

Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.\”

\”Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?\”

\”Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.\”

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak – anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,\”keluarkan tanganmu\”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya \’lihat kiri dan kananmu\’, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan \’shalatmu tidak sah\’. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat.

Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, \”kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.\”

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku

mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?\”

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

\”Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?\”

\”10 macam\”

\”Apa saja?\”

\”Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, \”Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.\” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, \”Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaithan. \” (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, \”silahkan\”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : \”Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.\”

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :\”mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT \” (QS Hud :118 – 119). Juga membaca, \” Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku\” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata: \” Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong

tulisan ini ri copas di blog Akhina Rokhimin,

http://genbizone.wordpress.com/2011/03/22/kejujuran-iblis-di-hadapan-rasulullah/

Kamis, 24 Februari 2011

Terapi Rasulullah Terhadap PENYAKIT AL-ISYQ



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menjejakkan jari untuk mencari hikmah dalam kumpulan tulisan teman2, diantaranya dibawah ini :

Oleh

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Gejolak hati adalah jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan perbedaannya dengan jenis penyakit lain dari segi bentuk, sebab maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.

Allah mengkisahkan penyakit ini di dalam Al-Quran tentang dua tipe manusia, pertama wanita dan kedua kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan). Allah mengkisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al-Aziz gubernur Mesir yang mencintai Nabi Yusuf, dan menimpa Kaum Luth. Allah mengkisahkan kedatangan para malaikat ke negeri Luth
Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina ".Mereka berkata: "Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?" Luth berkata: "Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)". (Allah berfirman):
"Dmi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)". [Al-Hijr: 68-72]

KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL-ISYQ

Penyakit al-isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dariNya dan dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengaanNya pasti akan kebal terhadap serangan ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf alaihis salam:"Artinya ; Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusu fpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andai kata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih" [Yusuf : 24]

Nyatalah bahwa Ikhlas merupakan imunisasi manjur yang dapat menolak penyakit ini dengan berbagai dampak negatifnya berupa perbuatan jelek dan keji.Artinya memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu .
Berkata ulama Salaf: penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya.

Allah berfirman mengenai Ibu Nabi Musa:
"Artinya ; Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya" [Al-Qasas :11]
Yakni kosong dari segala sesuatu kecuali Musa karena sangat cintanya kepada
Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.


BAGAIMANA penyakit INI BISA BERJANGKIT ?

Penyakit al-isyq terjadi dengan dua sebab, Pertama : Karena mengganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua: perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tiada niscaya penyakit tidak akan berjangkit. Walaupun Penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.

MAKHLUK DICIPTAKAN SALING MENCARI YANG SESUAI DENGANNYA
Berkata Ibn al-Qayyim: ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya, secara fitrah saling tertarik dengan jenisnya, sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.
Rahasia adanya percampuran dan kesesuaian di alam ruh akan mengakibatkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilahtegaknya urusan manusia. Allah befirman:
"Artinya : Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya” [Al-Araf :189]
Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tentram dan senang seorang lelaki terhadap pasangannya karena berasal dari jenis dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa, dan tidak pula karena adanya kesamaan dalam tujuan dan keinginan, kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk, walaupun tidak dipungkiri bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.



Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadisnya:
"Artinya : Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih
Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah nabi mengucapkan hadis ini.
Karena itulah syariat Allah akan menghukumi sesuatu menurut jenisnya, mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan perbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain maka jelaslah karena minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaedah persamaan dan sebaliknya.

Penerapan kaedah ini tidak saja berlaku di dunia lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat, Allah berfirman:
"Artinya : (kepada malaikat diperintahkan): Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah" [As-Shaffat : 23]


Umar ibn Khtaab dan setelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran wajahum yakni yang sesuai dan mirip dengannya .Allah juga berfirman
"Artinya : Dan apabila jiwa dipertemukan" [At-Takwir : 7]
Yakni setiap orang akan digiring dengan orang-orang yang sama prilakunya dengannya, Allah akan menggiring antara orang-orang yang saling mencintai kareNya di dalam surga dan akan menggiring orang orang yang saling bekasih-kasihan diatas jalan syetan di neraka Jahim, tiap oran akan digiring dengan siapa yang dicintainya mau tidak mau. Di dalam mustadrak Al-Hakim disebukan bahwa Nabi bersabda:
"Artinya : Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali akan digiring bersama mereka kelak"


CINTA DAN JENIS-JENISNYA

Cinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan, yang tertinggi dan paling mulia adalah mahabbatu fillah wa lillah (cinta karena Allah dan di dalam Agama Allah) yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, yang dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan RasulNya.


Cinta berikutnya adalah cinta yang terjalin karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, mazhab, idiologi, hubungan kekeluargaaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.


Diantara jenis cinta lainnya yakni cinta yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya, baik dalam bentuk kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan biologis. Cinta yang didasari hal-hal seperti tadi yaitu al-mahabbah al-ardiyah-- akan hilang bersama hilangnya apa-apa yang ingin didapatnya dari orang yang dicintai. Yakinlah bahwa orang yang mencintaimu karena sesuatu akan meninggalkanmu ketika dia telah mendapat apa yang diinginkannya darimu.

Adapun cinta lainnya adalah cinta yang berlandaskan adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang mencintai dan yang dicinta. Mahabbah al-isyq termasuk cinta jenis ini tidak akan sirna kecuali jika ada sesuatu yang menghilangkannya. cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh dan jiwa, oleh karena itu tidak terdapat pengaruh yang begitu besar baik berupa rasa was-was, hati yang gundah gulana maupun kehancuran kecuali pada cinta jenis ini.

Timbul pertanyaan bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang sedang kasamaran saja, jika cinta ini perpaduan jiwa dan ruh maka tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak bukan sepihak saja?

Jawabnya yaitu bahwa tidak terpenuhinya hasrat disebabkan kurangnya syarat tertentu, atau adanya penghalang sehingga tidak terealisasinya cinta antara keduanya. Hal ini disebabkan tiga faktor ; Pertama: bahwa cinta ini sebatas cinta karena adanya kepentingan, oleh karena itu tidak mesti keduanya saling mencintai, terkadang yang dicintai malah lari darinya. Kedua: adanya penghalang sehingga dia tidak dapat mencintai orang yang dicintanya, baik karena adanya cela dalam akhlak, bentuk rupa, sikap dan faktor lainnya. Ketiga: adanya penghalang dari pihak orang yang dicintai.
Jika penghalang ini dapat disingkirkan maka akan terjalin benang-benang cinta antara keduanya. Kalau bukan karena kesombongan, hasad, cinta kekuasaan dan permusuhan dari orang-orang kafir, niscaya para rasul-rasul akan menjadi orang yang paling mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada diri, keluarga dan harta.


TERAPI PENYAKIT AL-ISYQ
Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam sahihain dari riwayat Ibn Masud Radhiyallahu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Artinya : Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah , barang siap yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina)".
Hadis ini memberikan dua solusi, solusi utama, dan solusi pengganti. Solusi petama adalah menikah, maka jika solusi ini dapat dilakukan maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwaytkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
"Artinya : Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan".
Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang merdeka ataupun budak dalam firman-Nya:
"Artinya : Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah".[An-Nisa : 28]

Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang diberikannya terhadap hambaNya dan kelemahan manusia untuk menahan syahwatnya dengan membolehkan mereka menikahi para wanita yang baik-baik dua, tiga ataupun empat, sebagaimana Allah membolehkan bagi mereka mendatangi budak-budak wanita mereka. Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika mereka butuh sebagai peredam syahwat, keringanan dan rahmati-Nya terhadap makluk yang lemah ini.

2. Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan karena tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar'i dan takdir, penyakit ini bisa semangkin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan dirinya bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi, lebih baik baginya untuk segera melupakannya. Jiwa yang berputus asa untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan, akan berpengaruh terhadap jiwanya sehingga semangkin menyimpang jauh.

Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari terapi lain yaitu dengan mengajak akalnya berfikir bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dapat dijangkau adalah perbuatan gila, ibarat pungguk merindukan bulan. Bukankah orang-orang akan mengganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya tertutup karena larangan syariat, terapinya adalah dengan mengangap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan adalah dengan menjauhkan dirinya dari yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu kearah yang diingininya tertutup, dan mustahil tercapai.


3. Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, hendaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal, pertama karena takut (kepada Allah) yaitu dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih kekal dan lebih nikmat, akan memilih yang lebih tinggi derajatnya. Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak terlintas dalam pikiranmu dengan kenikmatan sesaat yang segera berbalik menjadi sumber penyakit. Ibarat orang yang sedang bermimpi indah, ataupun menghayal terbang melayang jauh, ketika tersadar ternyata hanyalah mimpi dan khayalan, akhirnya sirnalah segala keindahan semu, tinggal keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan menunggu.Kedua keyakinan bahwa berbagai resiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika dia gagal melupakan yang dikasihinya, dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus, yaitu:gagal dalam mendapatkan kekasih yang diinginkannya, dan bencana menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya. Jika yakin bakal mendapati dua hal menyakitkan ini niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta.Dia akan bepikir bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama , harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar sedikit demi mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Sementara kebodohan, hawa nafsu, kezalimannya kan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan apa yang dikasihinya . orang yang terhindar adalah orang-orang yang dipelihara oleh Allah.


4. Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak terima dengan terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemasalahatan yang akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsunya akan menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang datang, lebih parah lagi dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilannya dan kemaslahatannya.


5. Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi kejelekan kekasihnya,dan hal-hal yang membuatnya dampat menjauh darinya, jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan dari keindahannya, hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada disekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang tersembunyi baginya. Sebab sebagaiman kecantikan adalah faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya demikian pula kejelekan adalah pendorong kuat agar dia dapat membencinya dan menjauhinya. Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan sampai terperdaya dengan kecantikan kulit dengan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak dan kusta, tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannnya kepada kejelelekan sikap dan prilakunya, hendaklah dia menutup matanya dari kecantikan fisik dan melihat kepada kejekan yang diceritakan mengenainya dan kejelekan hatinya.


6. Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir adalah mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah yang senantiasa menolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepadaNya, hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya dihadapan kebesaranNya, sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Jika dia dapat melaksankan terapi akhir ini, maka sesunguhnya dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya, jangan sampai dia menjelek-jelekkan kekasihanya dan mempermalukannya dihadapan manusia, ataupun menyakitinya, sebab hal tersebut adalah kezaliman dan melampaui batas.


catatan diatas sedikit ana edit agar lebih mudah memahaminya,

semoga dapat dijadikan bahan referensi ilmu, bukankah samudera ilmu sangat luas,,ambilah hikmah dalam rangkaian kata2nya,

ada segumpal daging, jika dia baik maka akan baiklah seluruh imunitas ruhiyahnya dan jika dia buruk atau terkotori maka cidera juga imunitas ruhiyahnya,,,,dan segumpal daging itu adalah Hati

ana pernah mendengar perumpamaan cantik dari seorang kakak yang mengisi kajian ilmu,,,
Hati ibarat cermin bening memantulkan makna sesungguhnya dari apa yang ada dihadapannya, akan kusam jika tak dibersihkan, tak akan terang meronakan cahaya ketika makin banyak titik noda,,,selalu merawat dan menjaganya,,agar dapat selalu bening dalam menerima kebaikan dan memantulkan cahaya kebaikan itu melalui keseharian...

Satu hal yang sangat dalam maknanya " Jika hari ini terasa bahwa doa2 yang dipanjatkan terasa lama diijabah,pertolongan Allah terasa semakin lambat dan kebaikan semakin susah menyapa hati sebenarnya diri kita sendirilah penyebab kegagalan dalam meraih kemaslahatan sehingga menepis semua kebaikan yang datang dan memperlambat pertolongan Allah.

Jumat, 22 Oktober 2010

Rumah Iman




Pagi ini dijemput sepupu untuk beraktivitas seperti biasanya....
tapi hari ini ada yang beda...sebelum kerja shoping dulu ala bunda2,,,hihihi..
beli kangkung, kecambah, tahu, telur,tempe dll...bukan untuk acara makan-makan, selesai shoping pagi, sikuda besi membawa kami ke rumah yang terdiri atas 4 pintu rumah, sesampai dirumah itu upzzzz haruuuuuuuuuuuuuuuu.......belum lagi denger dari cerita saudaraku bagaimana kehidupan mereka, shubuh udah setor hafalan, tilawah, belajar, sekolah jalan kaki lumayan jauh....
Duhhhh Ya Rabb....tersiram air dingin rasanya dihati ini,
bahwa ilmu dan kenikmatan yang Allah berikan memang tidak selalu harus adil dan merata. bukankah kenikmatan dan kesusahan adalah ujian....dan Ilmu adalah kapal keimanan yang membawa kita berlayar menuju segala tikungan dan tanjakan ujian kehidupan,,,,

Selasa, 18 Mei 2010

Pohon Hikmah


ada anak sungai yang mengalir di kedua sudut mata, sedih,,,suka...entahlah,
ada keikhlasan dan ada juga kesedihan, sadar bahwa ini adalah kodratinya manusia, bahwa seorang mahluk yang berjasad dan ber ruh akan mengalami hal ini,
tapi...manusia sejatinya hanya seorang hamba, wajib bersyukur dalam keadaan apapun dan kondisi apapun,
sungguh manusia akan diuji dengan kesusahan dan kenikmatan, namun apabila manusia ini bersyukur atas segala nikmat dan kesulitan maka pertolonga Allah akan terasa mudah...

Selasa, 02 Februari 2010

Ampunkanlah Ya Rabb...


Terasa ada Ruang Hampa Menyeruak ketika mendengar panggilan dari_Mu ya Rabb
ada rasa yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata, Ada keinginan yang tak dapat diterjemahkan bentuknya.

Setelah Wudhu selesai dan Menunggu Seruan untuk Menghadap_Mu, duduk menghadap ke jendela, dan ini adalah hal biasa yang sering dilakukan sebelum memulai Tilawah.
entahlah Sore ini...Sangat tertegun Melihat Kebesaran_Mu.

Betapa Indah Perputaran Waktu yang telah Engkau Takdirkan.

Ya Rabb Kau jadikan Siang sebagai penyemangat kami untuk bertebaran di Bumi Mu yang luas, mencari berbagai jenis Rezeki yang telah Engkau tebarkan.

Kau jadikan Malam untuk menyelimuti kami dalam lelah, tapi Engkau heningkan Malam itu untuk memberi waktu kepada kami agar terbangun dan Bercerita kepada_Mu tentang segala duka dan bahagia yang kami rasakan.

Ya Allah Rabb Yang Maha Pengasih....
Ampunkanlah kami yang terlalu Banyak Mengeluh dan Meminta
izinkah kami melalui hari-hari ini dengan penuh Hikmah..
kami Ya Rabb..kami Hambamu yang selalu merajut kekhilafan dan alfa

Dan Adzan itu pun Menggema...waktunya untuk bercerita kepada_Nya

Senin, 18 Januari 2010

CATATAN UKHUWAH


Pukul 12.30 : mengawas ujian dan bergegas kekelas, ganti sepatu karena kebiasaan pake sendal kalo diruangan.

pukul 12.35 : Nyampai dikelas mengawasi 45 mahasiswa, membuka laptop dan menunggu hingga selesai ceremonial ujian...( tetep gak care dengan yang namanya menyontek yak)

pukul 14.00 : Meninggalkan ruangan kelas, setelah selesai ujian dan menyerahkan berkas ujian.

Pukul 14.10 : pintu ruangan diketok akhwat manis yang sangat familiar, tertunduk dan melambaikan tangan nya, karena ada yang hal ingin dibicarakan. dan dengan sibuknya bergegas keluar, seolah semua urusan harus selesai saat itu juga.

pukul 14.15 : "ukhti datang ya..ada syuro'...kangen anti" (sambil memeluk penuh rasa ukhuwah).....

pukul 14.20 : sang Akhwat berlalu...tapi tau kah yang dirasakan...

ada siraman air terjun dihati yang selalu lelah memikirkan urusan dunia, ada aliran air mata yang tertahan untuk tertumpah, tapi...rasa didada itu masih menyesak hingga saat ini.

Allah....rindu mereka, rindu syuro' yang hanya selalu rutin dihadiri kami berlima, dengan nama pasukan teletubies ditemani seorang ketua yang rutin jarang hadir.
jadilah kami pasukan wanita yang menyelesaikan amanah dakwah di daerah kami.
tapi...ya Rabb...sekarang terlalu mengabaikan, seolah tak ada jeda untuk menyapa mereka....kangen sangat...

hari ini 15:58