Kamis, 24 Februari 2011

Terapi Rasulullah Terhadap PENYAKIT AL-ISYQ



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menjejakkan jari untuk mencari hikmah dalam kumpulan tulisan teman2, diantaranya dibawah ini :

Oleh

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Gejolak hati adalah jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan perbedaannya dengan jenis penyakit lain dari segi bentuk, sebab maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.

Allah mengkisahkan penyakit ini di dalam Al-Quran tentang dua tipe manusia, pertama wanita dan kedua kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan). Allah mengkisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al-Aziz gubernur Mesir yang mencintai Nabi Yusuf, dan menimpa Kaum Luth. Allah mengkisahkan kedatangan para malaikat ke negeri Luth
Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina ".Mereka berkata: "Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?" Luth berkata: "Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)". (Allah berfirman):
"Dmi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)". [Al-Hijr: 68-72]

KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL-ISYQ

Penyakit al-isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dariNya dan dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengaanNya pasti akan kebal terhadap serangan ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf alaihis salam:"Artinya ; Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusu fpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andai kata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih" [Yusuf : 24]

Nyatalah bahwa Ikhlas merupakan imunisasi manjur yang dapat menolak penyakit ini dengan berbagai dampak negatifnya berupa perbuatan jelek dan keji.Artinya memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu .
Berkata ulama Salaf: penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya.

Allah berfirman mengenai Ibu Nabi Musa:
"Artinya ; Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya" [Al-Qasas :11]
Yakni kosong dari segala sesuatu kecuali Musa karena sangat cintanya kepada
Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.


BAGAIMANA penyakit INI BISA BERJANGKIT ?

Penyakit al-isyq terjadi dengan dua sebab, Pertama : Karena mengganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua: perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tiada niscaya penyakit tidak akan berjangkit. Walaupun Penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.

MAKHLUK DICIPTAKAN SALING MENCARI YANG SESUAI DENGANNYA
Berkata Ibn al-Qayyim: ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya, secara fitrah saling tertarik dengan jenisnya, sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.
Rahasia adanya percampuran dan kesesuaian di alam ruh akan mengakibatkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilahtegaknya urusan manusia. Allah befirman:
"Artinya : Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya” [Al-Araf :189]
Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tentram dan senang seorang lelaki terhadap pasangannya karena berasal dari jenis dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa, dan tidak pula karena adanya kesamaan dalam tujuan dan keinginan, kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk, walaupun tidak dipungkiri bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.



Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadisnya:
"Artinya : Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih
Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah nabi mengucapkan hadis ini.
Karena itulah syariat Allah akan menghukumi sesuatu menurut jenisnya, mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan perbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain maka jelaslah karena minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaedah persamaan dan sebaliknya.

Penerapan kaedah ini tidak saja berlaku di dunia lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat, Allah berfirman:
"Artinya : (kepada malaikat diperintahkan): Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah" [As-Shaffat : 23]


Umar ibn Khtaab dan setelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran wajahum yakni yang sesuai dan mirip dengannya .Allah juga berfirman
"Artinya : Dan apabila jiwa dipertemukan" [At-Takwir : 7]
Yakni setiap orang akan digiring dengan orang-orang yang sama prilakunya dengannya, Allah akan menggiring antara orang-orang yang saling mencintai kareNya di dalam surga dan akan menggiring orang orang yang saling bekasih-kasihan diatas jalan syetan di neraka Jahim, tiap oran akan digiring dengan siapa yang dicintainya mau tidak mau. Di dalam mustadrak Al-Hakim disebukan bahwa Nabi bersabda:
"Artinya : Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali akan digiring bersama mereka kelak"


CINTA DAN JENIS-JENISNYA

Cinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan, yang tertinggi dan paling mulia adalah mahabbatu fillah wa lillah (cinta karena Allah dan di dalam Agama Allah) yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, yang dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan RasulNya.


Cinta berikutnya adalah cinta yang terjalin karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, mazhab, idiologi, hubungan kekeluargaaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.


Diantara jenis cinta lainnya yakni cinta yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya, baik dalam bentuk kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan biologis. Cinta yang didasari hal-hal seperti tadi yaitu al-mahabbah al-ardiyah-- akan hilang bersama hilangnya apa-apa yang ingin didapatnya dari orang yang dicintai. Yakinlah bahwa orang yang mencintaimu karena sesuatu akan meninggalkanmu ketika dia telah mendapat apa yang diinginkannya darimu.

Adapun cinta lainnya adalah cinta yang berlandaskan adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang mencintai dan yang dicinta. Mahabbah al-isyq termasuk cinta jenis ini tidak akan sirna kecuali jika ada sesuatu yang menghilangkannya. cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh dan jiwa, oleh karena itu tidak terdapat pengaruh yang begitu besar baik berupa rasa was-was, hati yang gundah gulana maupun kehancuran kecuali pada cinta jenis ini.

Timbul pertanyaan bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang sedang kasamaran saja, jika cinta ini perpaduan jiwa dan ruh maka tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak bukan sepihak saja?

Jawabnya yaitu bahwa tidak terpenuhinya hasrat disebabkan kurangnya syarat tertentu, atau adanya penghalang sehingga tidak terealisasinya cinta antara keduanya. Hal ini disebabkan tiga faktor ; Pertama: bahwa cinta ini sebatas cinta karena adanya kepentingan, oleh karena itu tidak mesti keduanya saling mencintai, terkadang yang dicintai malah lari darinya. Kedua: adanya penghalang sehingga dia tidak dapat mencintai orang yang dicintanya, baik karena adanya cela dalam akhlak, bentuk rupa, sikap dan faktor lainnya. Ketiga: adanya penghalang dari pihak orang yang dicintai.
Jika penghalang ini dapat disingkirkan maka akan terjalin benang-benang cinta antara keduanya. Kalau bukan karena kesombongan, hasad, cinta kekuasaan dan permusuhan dari orang-orang kafir, niscaya para rasul-rasul akan menjadi orang yang paling mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada diri, keluarga dan harta.


TERAPI PENYAKIT AL-ISYQ
Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam sahihain dari riwayat Ibn Masud Radhiyallahu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Artinya : Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah , barang siap yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina)".
Hadis ini memberikan dua solusi, solusi utama, dan solusi pengganti. Solusi petama adalah menikah, maka jika solusi ini dapat dilakukan maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwaytkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
"Artinya : Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan".
Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang merdeka ataupun budak dalam firman-Nya:
"Artinya : Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah".[An-Nisa : 28]

Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang diberikannya terhadap hambaNya dan kelemahan manusia untuk menahan syahwatnya dengan membolehkan mereka menikahi para wanita yang baik-baik dua, tiga ataupun empat, sebagaimana Allah membolehkan bagi mereka mendatangi budak-budak wanita mereka. Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika mereka butuh sebagai peredam syahwat, keringanan dan rahmati-Nya terhadap makluk yang lemah ini.

2. Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan karena tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar'i dan takdir, penyakit ini bisa semangkin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan dirinya bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi, lebih baik baginya untuk segera melupakannya. Jiwa yang berputus asa untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan, akan berpengaruh terhadap jiwanya sehingga semangkin menyimpang jauh.

Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari terapi lain yaitu dengan mengajak akalnya berfikir bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dapat dijangkau adalah perbuatan gila, ibarat pungguk merindukan bulan. Bukankah orang-orang akan mengganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya tertutup karena larangan syariat, terapinya adalah dengan mengangap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan adalah dengan menjauhkan dirinya dari yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu kearah yang diingininya tertutup, dan mustahil tercapai.


3. Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, hendaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal, pertama karena takut (kepada Allah) yaitu dengan menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih kekal dan lebih nikmat, akan memilih yang lebih tinggi derajatnya. Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak terlintas dalam pikiranmu dengan kenikmatan sesaat yang segera berbalik menjadi sumber penyakit. Ibarat orang yang sedang bermimpi indah, ataupun menghayal terbang melayang jauh, ketika tersadar ternyata hanyalah mimpi dan khayalan, akhirnya sirnalah segala keindahan semu, tinggal keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan menunggu.Kedua keyakinan bahwa berbagai resiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika dia gagal melupakan yang dikasihinya, dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus, yaitu:gagal dalam mendapatkan kekasih yang diinginkannya, dan bencana menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya. Jika yakin bakal mendapati dua hal menyakitkan ini niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta.Dia akan bepikir bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama , harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar sedikit demi mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Sementara kebodohan, hawa nafsu, kezalimannya kan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan apa yang dikasihinya . orang yang terhindar adalah orang-orang yang dipelihara oleh Allah.


4. Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak terima dengan terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemasalahatan yang akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsunya akan menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang datang, lebih parah lagi dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilannya dan kemaslahatannya.


5. Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi kejelekan kekasihnya,dan hal-hal yang membuatnya dampat menjauh darinya, jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan dari keindahannya, hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada disekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang tersembunyi baginya. Sebab sebagaiman kecantikan adalah faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya demikian pula kejelekan adalah pendorong kuat agar dia dapat membencinya dan menjauhinya. Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan sampai terperdaya dengan kecantikan kulit dengan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak dan kusta, tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannnya kepada kejelelekan sikap dan prilakunya, hendaklah dia menutup matanya dari kecantikan fisik dan melihat kepada kejekan yang diceritakan mengenainya dan kejelekan hatinya.


6. Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir adalah mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah yang senantiasa menolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepadaNya, hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya dihadapan kebesaranNya, sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Jika dia dapat melaksankan terapi akhir ini, maka sesunguhnya dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya, jangan sampai dia menjelek-jelekkan kekasihanya dan mempermalukannya dihadapan manusia, ataupun menyakitinya, sebab hal tersebut adalah kezaliman dan melampaui batas.


catatan diatas sedikit ana edit agar lebih mudah memahaminya,

semoga dapat dijadikan bahan referensi ilmu, bukankah samudera ilmu sangat luas,,ambilah hikmah dalam rangkaian kata2nya,

ada segumpal daging, jika dia baik maka akan baiklah seluruh imunitas ruhiyahnya dan jika dia buruk atau terkotori maka cidera juga imunitas ruhiyahnya,,,,dan segumpal daging itu adalah Hati

ana pernah mendengar perumpamaan cantik dari seorang kakak yang mengisi kajian ilmu,,,
Hati ibarat cermin bening memantulkan makna sesungguhnya dari apa yang ada dihadapannya, akan kusam jika tak dibersihkan, tak akan terang meronakan cahaya ketika makin banyak titik noda,,,selalu merawat dan menjaganya,,agar dapat selalu bening dalam menerima kebaikan dan memantulkan cahaya kebaikan itu melalui keseharian...

Satu hal yang sangat dalam maknanya " Jika hari ini terasa bahwa doa2 yang dipanjatkan terasa lama diijabah,pertolongan Allah terasa semakin lambat dan kebaikan semakin susah menyapa hati sebenarnya diri kita sendirilah penyebab kegagalan dalam meraih kemaslahatan sehingga menepis semua kebaikan yang datang dan memperlambat pertolongan Allah.

Jumat, 22 Oktober 2010

Rumah Iman




Pagi ini dijemput sepupu untuk beraktivitas seperti biasanya....
tapi hari ini ada yang beda...sebelum kerja shoping dulu ala bunda2,,,hihihi..
beli kangkung, kecambah, tahu, telur,tempe dll...bukan untuk acara makan-makan, selesai shoping pagi, sikuda besi membawa kami ke rumah yang terdiri atas 4 pintu rumah, sesampai dirumah itu upzzzz haruuuuuuuuuuuuuuuu.......belum lagi denger dari cerita saudaraku bagaimana kehidupan mereka, shubuh udah setor hafalan, tilawah, belajar, sekolah jalan kaki lumayan jauh....
Duhhhh Ya Rabb....tersiram air dingin rasanya dihati ini,
bahwa ilmu dan kenikmatan yang Allah berikan memang tidak selalu harus adil dan merata. bukankah kenikmatan dan kesusahan adalah ujian....dan Ilmu adalah kapal keimanan yang membawa kita berlayar menuju segala tikungan dan tanjakan ujian kehidupan,,,,

Selasa, 18 Mei 2010

Pohon Hikmah


ada anak sungai yang mengalir di kedua sudut mata, sedih,,,suka...entahlah,
ada keikhlasan dan ada juga kesedihan, sadar bahwa ini adalah kodratinya manusia, bahwa seorang mahluk yang berjasad dan ber ruh akan mengalami hal ini,
tapi...manusia sejatinya hanya seorang hamba, wajib bersyukur dalam keadaan apapun dan kondisi apapun,
sungguh manusia akan diuji dengan kesusahan dan kenikmatan, namun apabila manusia ini bersyukur atas segala nikmat dan kesulitan maka pertolonga Allah akan terasa mudah...

Selasa, 02 Februari 2010

Ampunkanlah Ya Rabb...


Terasa ada Ruang Hampa Menyeruak ketika mendengar panggilan dari_Mu ya Rabb
ada rasa yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata, Ada keinginan yang tak dapat diterjemahkan bentuknya.

Setelah Wudhu selesai dan Menunggu Seruan untuk Menghadap_Mu, duduk menghadap ke jendela, dan ini adalah hal biasa yang sering dilakukan sebelum memulai Tilawah.
entahlah Sore ini...Sangat tertegun Melihat Kebesaran_Mu.

Betapa Indah Perputaran Waktu yang telah Engkau Takdirkan.

Ya Rabb Kau jadikan Siang sebagai penyemangat kami untuk bertebaran di Bumi Mu yang luas, mencari berbagai jenis Rezeki yang telah Engkau tebarkan.

Kau jadikan Malam untuk menyelimuti kami dalam lelah, tapi Engkau heningkan Malam itu untuk memberi waktu kepada kami agar terbangun dan Bercerita kepada_Mu tentang segala duka dan bahagia yang kami rasakan.

Ya Allah Rabb Yang Maha Pengasih....
Ampunkanlah kami yang terlalu Banyak Mengeluh dan Meminta
izinkah kami melalui hari-hari ini dengan penuh Hikmah..
kami Ya Rabb..kami Hambamu yang selalu merajut kekhilafan dan alfa

Dan Adzan itu pun Menggema...waktunya untuk bercerita kepada_Nya

Senin, 18 Januari 2010

CATATAN UKHUWAH


Pukul 12.30 : mengawas ujian dan bergegas kekelas, ganti sepatu karena kebiasaan pake sendal kalo diruangan.

pukul 12.35 : Nyampai dikelas mengawasi 45 mahasiswa, membuka laptop dan menunggu hingga selesai ceremonial ujian...( tetep gak care dengan yang namanya menyontek yak)

pukul 14.00 : Meninggalkan ruangan kelas, setelah selesai ujian dan menyerahkan berkas ujian.

Pukul 14.10 : pintu ruangan diketok akhwat manis yang sangat familiar, tertunduk dan melambaikan tangan nya, karena ada yang hal ingin dibicarakan. dan dengan sibuknya bergegas keluar, seolah semua urusan harus selesai saat itu juga.

pukul 14.15 : "ukhti datang ya..ada syuro'...kangen anti" (sambil memeluk penuh rasa ukhuwah).....

pukul 14.20 : sang Akhwat berlalu...tapi tau kah yang dirasakan...

ada siraman air terjun dihati yang selalu lelah memikirkan urusan dunia, ada aliran air mata yang tertahan untuk tertumpah, tapi...rasa didada itu masih menyesak hingga saat ini.

Allah....rindu mereka, rindu syuro' yang hanya selalu rutin dihadiri kami berlima, dengan nama pasukan teletubies ditemani seorang ketua yang rutin jarang hadir.
jadilah kami pasukan wanita yang menyelesaikan amanah dakwah di daerah kami.
tapi...ya Rabb...sekarang terlalu mengabaikan, seolah tak ada jeda untuk menyapa mereka....kangen sangat...

hari ini 15:58

Minggu, 18 Oktober 2009

Setelah Lama

Malam ini setelah sekian lama, kangen dengan tarian tuts-tuts di keyboardku...
setelah membaca sejenak tulisan yang berbulan-bulan telah ku istirahatkan dari aktifitasku..
Bukan karena tak ingin, tapi karena lelah untuk merangkai bait demi bait kata agar dapat tersenyum diri ini membacanya dikala login kembali.
Sangat banyak aktivitas yang dikerjakan bahkan hanya ada jeda untuk beristirahat sejenak, ada rasa rindu yang sangat menusuk qolbu,
Rasa yang selalu hadir dikala penat menghinggapi, Kangen ama Alloh....
kadang tersenyum sendiri, Alloh juga kangen kah...hehehe...terkekeh sendiri kadang
Tapi sangat yakin ,,,Alloh kangen padaku,,,,
tak mungkin getar hati merasakan rasa yang sangat kurindukan saat hanya berdua dengan_Nya dalam rangkaian curhat-curhatku pada_Nya.jika itu bukan rindu
tak mungkin tangis ini tertumpah jika Dia tak mengizinkan hatiku untuk mencair penuh harap dan takut pada_Nya.

Alloh...sungguh...Ri hanyalah hamba_Mu yang dhoif dan sedang banyak belajar untuk mencintai_Mu

Selasa, 23 Juni 2009


Malam ini ditraktir makan Ayam goreng lamongan. yang jadi pembahasan bukan masalah ayam lamongan yang emang udah enak bumbunya atau dinginnya teh es yang kami ceruput, tapi kami belajar bagaimana menghargai sebuah kekeluargaan.
Sangat banyak yang kami dapatkan, pelajaran berharga bagaimana kami menjadi sangat bersyukur atas pertemuan yang memang sudah ditakdirkan Allah.
Ada 2 berkas yang hilang dan harus kami temukan karena menyangkut masa depan si pemilik berkas. tapi dengan penuh rasa saling percaya dan saling bantu maka hilangnya berkas itu dapat kami temukan.
Bukanlah sebuah permasalahan ketika kita menjadikan diri kita seperti akar pohon yang menancap sangat erat ketanah dan menjadi lebih bermanfaat.
yang menjadi permasalahan apakah kita sudah menjadi banyak maanfaat untuk orang lain.
Jika kita sudah bekerjasama dalam Team, maka tidak lah penting siapa yang menjadi akar, batang, atau rantingnya ...tapi yang menjadi permasalahan adalah ketika pohon itu terserang hama dan tidak memiliki imuneuntuk membentengi pohonnya.
jadi.....filosofi pohon ini kutemukan dalam catatan malam ku hari ini.

Ya Rabbana ....hamba mahluk_Mu yang dhoif, ampunkan jika penuh khilaf dan salah